Studi Kasus

Studi Kasus – Ibu Gaptek Closing 30jt dalam 1 Deal

ibu gaptek deal 30jt

Studi kasus sederhana, Kisah Ibu Rumah Tangga yang gaptek tp bisa closing 30jt dalam 1 deal.

.
Saya mau cerita sedikit tentang seorang ibu rumah tangga.. sebut saja Ayu …
.
Saya fikir mungkin banyak juga yang kondisinya mirip kayak Ayu… dan saya mau sharing sedikit cerita gimana Ayu bisa closing 30jt dalam 1 deal bisa jadi inspirasi buat semua orang yang ingin maju…
.
Ayu seorang Ibu rumah tangga yg gaptek tapi banyak maunya [hehehe] dan pengen cari uang tambahan untuk membantu perekonomian keluarga.. well sebetulnya bukan untuk perekonomian keluarga sih tapi buat uang jajan tambahan sehari2 dan tabungan buat jalan2 [targetnya keluar negri]…
.
Apalagi sejak anaknya Kayla lahir, suaminya sudah suruh dia berhenti kerja dan tinggal dirumah agar bisa lebih banyak waktu dan fokus mendidik anak dirumah 🙂
.
Untuk mengisi waktu luangnya, jadilah jualan online salah satu alternatif kegiatan mencari uang tambahan pengganti pemasukan sebelumnya…
.
Ayu ini sebetulnya seorang marketer yg hebat tanpa disadari… terus terang fokusnya dia gak jualan dan mencari nafkah untuk keluarga, tapi hanya sebagai pengisi waktu disela2 kewajibannya mengurus rumah tangga dan anak.
.
Beberapa usaha online di jalani sekaligus …dari hal2 yang berbau ibu rumah tangga seperti jualan tas, baju, beras organik dan juga sebagai agen tour n travel dimana ayu melayani pembelian tiket dan bookingan hotel untuk orang2 yang membutuhkan jasa agen travel..
.
Di lingkungan sekolah anak dan rumah, Ayu rajin mengikuti kegiatan pengajian ibu-ibu sekolah dan sekitarnya… guru ngaji ini merupakan salah satu istri dari ustadz yg terkenal sehingga banyak anggota pengajiannya.. dan Ayu ini termasuk salah satu yang sering diberikan perhatian khusus oleh sang guru ngaji… sang guru ngaji melihat Ayu sedikit “berbeda”… Ayu sering dijadikan referensi terhadap anggota penajian lainya…bukan apa2, karena dibandingkan yang lain, Ayu punya sampingan jualan beras organik, sudah malakukan perjalanan dalam dan luar negri, bisa nyetir sendiri kemana2… jadlahi sang guru ngaji lebih banyak memberi perhatian ke Ayu dan dia jadi salah satu referensi untuk urusan diluar pengajian…
Kalaupun ada pertanyaan yang diberikan tidak pernah dialami sendiri, pengetahuan dari buku-buku yang sering di baca, membuat Ayu dapat menjawab pertanyaan2 yang datang dari sang guru ataupun teman2nya.
.
Singkat cerita, libur lebaran telah tiba, dan tiba2 salah satu ibu2 anggota pengajian (panggil saja si teteh) meminta Ayu untuk mengatur waktu liburan untuk keluarganya ke bali tanpa Ayu menawarkan apa2 sebelumnya. Si Teteh minta diurusin mulai dari pemesanan tiket pesawat PP, hotel, paket tour selama di bali secara lengkap, 4hari 3 malam untuk 1 keluarga 4 orang, terdari dari 2 dewasa dan 2 anak.
.
Dan singkat cerita lagi, 30jt meluncur ke rekening Ayu 😀
.
Pembelajaran apa yang bisa kita ambil dari sini ?
.
Bagaimana bisa terjadi penjualan tanpa ada penawaran sebelumnya dan Ayu bisa men-“charge” harga premium ke si teteh ?
.
Berikut analisa simple saya dalam studi kasus ini.
.
1. Ayu ikut sebagai anggota “TRIBE” atau Komunitas yang cukup besar meskipun bukan sang leader dalam tribe tersebut.
2. Ayu selalu di referensikan oleh sang guru ngaji kepada para member tentang hal2 “tertentu” diluar masalah pengajian.
3. Meskipun gaptek, banyak orang di pengajian itu bertanya/konsultasi hal2 diluar pengajian ke Ayu, dan dia dapat memberikan jawaban yang bisa memuaskan sang guru dan teman2nya, meski bukan pengalaman sendiri. Dengan kata lain, ayu bisa menjadi konsultan teman2nya, diluar sang guru sendiri.
4. Semua orang di pengajian tau Ayu punya usaha sampingan dan Ayu sendiri sering mereferensikan usaha/produk-nya, terutama website yang dimiliki.
5. Ayu memiliki produk yg berpotensi menghasilkan omset yang besar dalam 1x transaksi dengan potensi keuntungan yang besar pula.
.
di cerita ini terlihat bahwa seseorang, meskipun tidak memiliki tribe sendiri, dapat “menjual” di dalam tribe orang lain.
.
Jualannya bisa sangat berbeda dengan apa tribe yang diikuti. Paket tour tidak ada hubungannya dengan pengajian, kecuali paket umroh.
.
Sering di referensikan oleh sang guru dan banyak pengalaman membuat Ayu terkenal diantara para anggota tribe dan memiliki TRUST besar terhadap Ayu, sehingga anggota tribe tidak merasa sungkan berkonsultasi masalah mereka (dalam hal ini masalah yang berhubungan dengan travelling).
.
Momen lebaran adalah puncak liburan di Indonesia dan hanya Trust yg bisa membawa orderan ini ke ayu.
.
Waktu yang terbatas memiliki peran penting dalam deal2 besar, karena dengan waktu yang terbatas, pelanggan akan cepat mengambil keputusan berdasarkan emosi. Di dunia Internet marketing, ini dikenal dengan Scarcity , meskipun Ayu tidak memaksakan pembelian, tetapi si teteh sudah tahu, dia harus beli segera… Beli dimana ? di tempat yang dia percaya… yaitu teman pengajiannya
.
Semoga analisa singkat saya bisa membantu teman2 mempelajari dunia marketing dan internet marketing sehingga teman2 pun dapat membuat tribe sendiri ataupun join tribe dan mendapatkan penghasilan dari sana.
.

Salam Sukses !!